Print this page

APBK-P LHOKSEUMAWE BERTAMBAH 206 MILIAR

Published in Info Terkini
Written by  13 October 2015
Rate this item
(0 votes)

LHOKSEUMAWE-Alokasi belanja pada perubahan  APBK Lhokseumawe  2015 disahkan   sebesar Rp 1  triliun lebih atau bertambah Rp 206 miliar lebih, meningkat sebesar 24 persen  dari sebelumnya hanya Rp 857 miliar.

Pada rapat paripurna pengesahan, Kamis (8/10), Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya menyampaikan, untuk APBK tahun ini  pendapatan daerah dianggarkan Rp  964 miliar lebih dan  belanja daerah sebesar Rp 1 triliun. Selanjutnya untuk penerimaan pembiayaan daerah  dianggarkan Rp 104 miliar lebih dan pengeluaran hanya Rp 5 miliar.

Ia mengharapkan dengan sisa anggaran yang ada, eksekutif akan bekerja lebih keras lagi untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, dan tidak hanya puas dengan raihan WTP dari BPK atas laporan keuangan Pemko tahun 2014. “ Semangat ini harus didukung oleh banyak pihak terutama kinerja SKPK yang harus  terus ditingkatkan,” sebut Suaidi.

Sementara itu, pendapat akhir Fraksi Partai Aceh yang disampaikan oleh Faisal Rasyidis, banyak melontarkan kritikan membangun, terutama masalah PAD dari retribusi parkir, keengganan warga melunasi PBB karena data kurang valid dan juga meminta Pemko lebih adil dalam membantu rumah bagi kaum duafa serta persoalan Tapal Batas, dan untuk Fraksi Koalisi bersama melalui juru bicaranya Sudirman Amin, menerima terhadap Rancangan APBK Perubahan Tahun 2015 untuk ditetapkan menjadi Qanun Kota Lhokseumawe, sedangkan untuk Fraksi Demokrat Bersatu (FDB)  yang disampaikan oleh Wakil Ketua Fraksi Muklis Azhar, mendesak agar pembangunan ke depan lebih fokus pada pembangunan SDM, yakni sarana dan prasarana pendidikan, bidang kesehatan yang harus merata di empat kecamatan serta akses informasi untuk Pariwisata, FDB juga mengkritik sejumlah proses pembangunan yang dikerjakan masih secara serampangan, contohnya  pembangunan saluran parit di sepanjang jalan Samudera sampai ke Kp Jawa Lama. “Proyek itu sangat mengganggu pengguna jalan terutama saat jam sibuk, menyebab macet. Ditambah lagi banyak material proyek yang memakai badan jalan, ini sangat tidak baik,” sebut Wakil Ketua FDB itu. (sjm)

Latest from R124L